Variasi Bunyi Hiragana: Dakuten & Yōon
Setelah menguasai 46 huruf dasar, bahasa Jepang memodifikasi bunyi huruf menggunakan dua simbol tanda baca di sudut kanan atas:
1. Dakuten (濁点 - Tanda Petik Ganda ")
Mengubah konsonan tak bersuara (voiceless) menjadi bersuara (voiced):
- Baris K → G: か・き・く・け・こ → が (ga)・ぎ (gi)・ぐ (gu)・げ (ge)・ご (go)
- Baris S → Z: さ・し・す・せ・そ → ざ (za)・じ (ji)・ず (zu)・ぜ (ze)・ぞ (zo)
- Baris T → D: た・ち・つ・て・と → だ (da)・ぢ (ji)・づ (zu)・で (de)・ど (do)
- Baris H → B: は・ひ・ふ・へ・ほ → ば (ba)・び (bi)・ぶ (bu)・べ (be)・ぼ (bo)
2. Handakuten (半濁点 - Tanda Lingkaran Kecil °)
Hanya berlaku pada baris H untuk menghasilkan bunyi konsonan P:
- Baris H → P: は・ひ・ふ・へ・ほ → ぱ (pa)・ぴ (pi)・ぷ (pu)・ぺ (pe)・ぽ (po)
3. Yōon (拗音 - Bunyi Kombinasi Huruf Kecil)
Menggabungkan karakter berakhiran bunyi "-i" (ki, shi, chi, ni, hi, mi, ri, gi, ji, bi, pi) dengan huruf ゃ (ya), ゅ (yu), ょ (yo) yang ditulis separuh ukuran normal:
Contoh:
- き (ki) + ゃ (ya kecil) = きゃ (kya)
- し (shi) + ゅ (yu kecil) = しゅ (shu)
- ち (chi) + ょ (yo kecil) = ちょ (cho)
- じ (ji) + ゅ (yu kecil) = じゅ (ju)
- び (bi) + ょう = びょう (byou) -> 病院 (byouin = rumah sakit)